
Mengartikan sebuah makna cinta terkadang sulit aku mengerti. Yang aku tahu dan aku rasakan selama ini hanya sebuah penggambaran kata-kata indah yang semu adanya. Hanya sebuah sarana untuk mengobral janji-janji dan harapan tanpa perlu mewujudkannya dengan nyata. Semuanya benar-benar kiasan belaka. "Dia" datang pada saat merasa butuh akan sesuatu dan punya misi tertentu demi memuaskan ambisinya. Dengan berbagai cara ia lakukan untuk menaklukan korban bahkan dengan ribuan janji ia lontarkan. Dengan mudahnya ia lontarkan janji itu bahkan sangat mudah. Tanpa dia sadari bahwa apa yang dia janjikan adalah sebuah hutang yang harus bahkan wajib dibayar nantinya. Di saat dia tidak menemukan atau sudah terpuaskan dengan apa yang dia dapatkan atau bahkan dia merasa lelah karena belum mendapatkan apa yang ia mau berdasarkan nafsunya semata. Dengan tanpa perasaan dia akan meninggalkan korban tersebut tanpa mau tahu keadaan yang ditinnggalkannya. Karena mungkin juga dia sudah menemukan apa yang dia mau. Dia benar-benar tidak menyadari bahwa janji-janji itu akan dimintanya kembali dan dia akan merasakan juga dengan apa yang dia tinggalkan sebelumnya. Ditambah lagi dalam persoalan ini notabene mengarah kepada pihak wanita yang lemah. Kenapa juga selalu wanita yang menjadi korbannya? Kenapa pula wanita selalu menjadi sosok yang disalahkan karena kelemahannya? Dengan alasan bahwa wanita sudah dikodratakan untuk dibohongi dan pihak wanita selalu saja mau dengan kebohongan itu. Sungguh jawaban yang konyol menurut saya. Jawaban dengan tidak menggunakan hati nurani dan akal pikiran yang sehat. Terlepas dari nge Judge kaum adam tapi itulah kenyataannya selama ini. Mengapa di benak mereka tak pernah berfikir sama sekali untuk sedikit menghormati peran seorang wanita dengan memberikan cinta dari hati dengan tulus? Apa memang makna cinta sebenarnya sudah tenggelam oleh zaman yang lebih mengagungkan nafsu semata? Itu tidak mungkin kan.. Pasti kita kurang setuju dengan alasan itu. Itu semua kembali kepada pandangan masing-masing. Tergantung "attitude" seseorang dalam memaknai arti Cinta itu sendiri. Mungkin apabila ditelaah lebih dalam makna sebuah hubungan itu lebih kepada keikhlasan hati karena Cinta saja belum cukup. Keikhlasan seseorang dalam memilih pilihan cinta sebagai pasangan hidupnya.
Sudah lama aku berusaha untuk mencari jawaban atas pertanyaan hati itu. Dimana celahnya? Akhirnya Alhamdulillah aku menemukan dengan kata "keikhlasan" itu. Cinta itu memang selalu mengarah kepada keindahan. Tapi mungkin tepatnya hanya di awal waktu saja. Pertengahan jalan itulah yang terkadang sulit untuk kita pertahankan agar selalu menjadi manis dan indah. Apa pun itu apabila CiNta itu berubah menjadi sesuatu yang pahit apabila kembali kepada keikhlasan hati untuk mencintai dia apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Kita akan tersadar bahwa dialah yang selama ini bersama kita dan menghabiskan waktu juga dengan kita dan rela mengorbankan segalanya demi mempertahankan cinta itu.
Kebosanan itu manusiawi tapi bagaimana kita mengatasi kebosanan itu sesuai dengan kadarnya tanpa harus berpaling ke hati yang lain. Yang pada akhirnya mempunyai kadar kebosanan yang sama pula apabila kita memilih atau pindah haluan. Tapi yakinlah apabila kita kembali kepada keikhlasan itu semuanya akan terasa manis kembali tanpa menuntut dia untuk memberikan segala apa yang kita inginkan.
Ternyata perjuangan atas nama cinta belum cukup adanya tanpa disertai dengan keikhlasan hati untuk mencintai seseorang. CinTailah dia apa adanya seperti dia mencintaimu pula apa adanaya dirimu saat ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Your Comment, Please...!!!